Mendiagnosis Kebuntingan pada Sapi dengan Teknik Palpasi Perektal


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Salah satu cara mendiagnosis kebuntingan ternak sapi adalah dengan palpasi perektal. Cara diagnosis kebuntingan ini ternyata lebih praktis dan mudah prosedurnya juga mempunyai akurasi yang tinggi. Palpasi perektal tersebut didasarkan atas kondisi uterus, ovarium dan buluh-buluh darah uterus (arteri uterina mediana).

Sebelum perlakuan diagnosis kebuntingan dilaksanakan, dibutuhkan dahulu tentang sejarah IB (inseminasi buatan), tanggal melahirkan terakhir, tanggal dan jumlah inseminasi serta informasi terhadap setiap kondisi patologik dan penyakit yang pernah dialami atau terjadi pada saluran alat kelamin ternak sapi yang bersangkutan. Catatan IB dan reproduksi yang lengkap atau masing-masing individu bersangkutan sangat bermanfaat untuk penentuan kebuntingan secara cepat dan tepat.

Petugas lapangan dituntut harus memiliki wawasan yang luas dan mempunyai keterampilan serta mendapat latihan praktik yang cukup. Hal ini mengingat tugas yang diembannya tidak sekedar menentukan bunting atau tidaknya ternak tersebut akan tetapi harus mampu menentukan umur masa kebuntingan serta memprakirakan waktu akan melahirkan dari ternak yang diperiksanya.

Sapi yang akan diperiksa kebuntingannya biasanya diamankan (mendapat perlakuan restrain) dengan mendapat palang kayu yang kuat bebas dari segi yang tajam pada bagian belakangnya.  Tangan memakai glove yang diberi sabun yang tidak mengiritasi mukosa rektum saat tangan melakukan palpasi rektal. Jari tangan dikuncupkan sewaktu hendak dimasukkan ke dalam rektum. Selanjutnya tangan didiamkan bila ada kontraksi rektum, dan dimasukkan kembali saat kontraksi terhenti.

Gambar 1 Posisi Pemeriksa

 Bila rektum penuh dengan tinja, maka sebagian tinja dikeluarkan terlebih dahulu. Waktu pengeluaran tinja ini sebaiknya tangan tidak dikeluarkan dari dalam rektum agar rektum tidak menggembung. Kemudian jari tangan dikembangkan dan diturunkan ke bawah sampai mengenai kornea uteri. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan teknis pada gambar berikut.

Gambar 2 Posisi tangan pemeriksa pada palpasi perektal

Sebagai indikasi bahwa ternak bunting dapat dikenali melalui tanda-tanda sebagai berikut:

1        Palpasi perektal terhadap cornua uteri, teraba cornua uteri membesar karena berisi cairan plasenta (amnion dan alantois).

2        Palpasi perektal terhadap cornua uteri, kantong amnion.

3        Selip selaput fetal, alanto-corion pada penyempitan terhadap uterus dengan ibu jari dan jari telunjuk secara lues.

4        Perabaan dan pemantulan kembali fetus di dalam uterus yang membesar yang berisi selaput fetus dan cairan plasenta.

5        Perabaan plasenta. 

6        Palpasi arteri uterina media yang membesar, berdinding tipis dan berdesir (fremitus). (Manan 2000).

Berikut ini adalah tanda-tanda kebuntingan pada sapi yang diidentifikasi secara perektal.

Tabel 1 Tanda-tanda Kebuntingan pada Sapi.

Bulan

Keterangan

3

Kornua sebesar bola voli, letaknya sudah sedikit tertarik ke rongga perut, arteri uterina media jelas teraba dan terasa seperti desiran air mengalir, teraba kotiledon sebesar kedelai, membran fetus teraba.

5

Fetus sudah masuk ke rongga abdomen dan sulit teraba. Servik teraba seperti selang pipih, karena uterus tertarik ke rongga perut disebabkan karena berat fetus dan volume amnion bertambah volumenya. Plasentom teraba sebesar uang seratus rupiah, fremitus arteria uterina media teraba mendesir dengan pembuluh darah yang sebesar sedotan.

6

Posisi fetus sudah kembali sejajar dengan pelvis, osifikasi fetus sudah teraba jelas, teraba adanya fremitus arteria uterina media. Servik terletak di depan tepi cranial pubis dan hampir tegak lurus ke bawah.

7

Fetus sudah teraba teracak dan mulut, teraba adanya arteria uterina media.

9

Ujung kaki depan dan moncong fetus sangat dekat dengan rongga pelvis, pada akhir masa kebuntingan otot-otot sekitar tulang panggul kelihatan mengendur, vulva sedikit membengkak dan lendir banyak keluar. Teracak, mulut, ukuran fetus semakin membesar dan fremitus arteria uterina media semakin jelas.

Sumber: Toelihere (1985)

 

Gambar 3.  Kebuntingan 3 bulan

Gambar 4.  Kebuntingan 5 bulan

 Gambar 5.  Kebuntingan 6 bulan

Sumber: McCarthy (2010)

Daftar Pustaka

 McCarthy P. 2010. Rectal Examination of a Cow. www.ucd.ie/vetanat/images

/image.htm. [29 Desember 2010].

Toelihere  MR. 1985. Ilmu Kebidanan Pada Ternak sapi dan Kerbau. Salemba Jakarta Universitas Indonesia

Manan D. 2000. Ilmu Kebidanan Pada Ternak. Nangroe Aceh Darussalaam. Universitas Syahkuala

Both comments and trackbacks are currently closed.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: