Ascites pada Anjing


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Definisi

Menggenangnya cairan baik transudat maupun eksudat di cavum abdominal di antara viscera parietalis dan viscera peritoneum.

Patofisilogi

Ascites dapat disebabkan oleh beragam faktor, antara lain:

  1. CHF (congestive heart failure) dan gangguan pembuluh darah vena.
  2. Deplesi protein plasma yang disebabkan oleh hilangnya protein dari ginjal atau saluran pencernaan.
  3. Obstruksi vena cava, vena porta atau limfatik drainase karena adanya neoplasia.
  4. Peritonitis.
  5. Ketidakseimbangan elektrolit, terutama kondisi hipernatremia.
  6. Sirosis hepatis.

Gejala Klinis

  • Kelemahan.
  • Pembesaran abdomen.
  • Ketidaknyamanan abdomen saat dipalpasi.
  • Dispnoe karena adanya distensi abdomen.
  • Anoreksia.
  • Muntah.

Penyebab

  1. Nephrotic syndrome.
  2. Sirosis hepatis.
  3. CHF.
  4. Hipoproteinemia.
  5. Rupturnya vesica urinaria.
  6. Peritonitis.
  7. Abdominal neoplasia.
  8. Abdominal hemorrhagi.

Treatment

  • Pembatasan pakan berkadar garam tinggi dapat mengontrol akumulasi cairan karena CHF, sirosis atau hipoproteinemia.
  • Untuk ascites yang bersifat eksudatif tindakan bedah dianjurkan dan diikuti dengan manajemen terapi spesifik (misalnya: pasien dengan splenic tumor; tumornya diangat, kontrol perdarahan abdomen, transfusi darah).

Drugs of Choice

  1. Pasien yang mengalami insufisiensi hati atau CHF, batasi konsumsi garam dan berikan kombinasi diuretik hydrochlorothiazide (2–4 mg/kg ql2h PO) dan spironolactone (1–2 mg/kg ql2h PO); atau furosemide (1–2 mg/kg q8h PO). Konsentrasi potasium harus dipantau untuk menghindari ketidakseimbangan potasium.
  2. Pasien yang mengalami hypoproteinemia, nephrotic syndrome dan akumulasi cairan dapat diberi tambahan hetastarch (6% hetastarch dalam 0.9% NaCl); rute IV bolus (dogs, 20 mL/kg; cats, 10–15 mL/kg) perlahan kira-kira selama 1 jam; hetastarch dapat meningkatkan tekanan onkotik plasma dan mendorong cairan kedalam intravaskular.
  3. Antibiotik sistemik dapat diberikan untuk mengeliminir bakteri pada pasien yang mengalami septik eksudatif ascites.

Monitoring Pasien

  1. Periksa kadar sodium, potasium, BUN, kreatinin dan fluktuasi berat badan dalam masa terapi diuretik. Kemungkinan Komplikasi
  2. Pemberian diuretik jangka panjang dapat menyebabkan hipokalemia yang dapat berakibat terjadinya metabolik alkalosis dan memperparah hepatic encephalopathy.

DAFTAR PUSTAKA

 

Tilley  LP. dan Smith FWK. 1997. The 5 Minute Veterinary Consult : Canine and

Feline. Williams and Wilkins. USA.

Both comments and trackbacks are currently closed.