HAEMATOBIA


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Ordo: Diptera
  • Subordo: Cyclorrapha
  • Family: Muscidae
  • Genus: Haematobia
  • Species: Haematobia irritans exigua

Genus Haematobia terkenal dengan lalat tanduk, merupakan lalat penghisap darah.

Morfologi :

Lalat dewasa panjangnya lebih dari 4,0 mm dan paling kecil diantara lalat penghisap darah Famili Muscidae. Pada kepala ditemukan proboscis yang tertahan kedepan (berbeda dengan Musca sp bertahan kebawah), berbeda Stomoxys, karena Haematobia (palpusnya kekar dan hampir sama panjang dibandingkan proboscis) sedangkan (Stomoxys palpus lebih pendek dibandingkan proboscis). Torak berwarna kelabu, juga ditemukan beberapa garis kehitaman.

Siklus hidup :

Telur diletakkan satu-persatu atau kelompok berjumlah 4-6 butir pada feses sapi/ hewan besar yang segar. Dalam sekali bertelur bisa mencapai 20-24 butir dengan total telur yang dihasilkan selama hidup 400 butir. Setelah 24 jam telur menetas menjadi larva yang melalui 4-8 hari untuk menjadi pupa. Masa pupa berlangsung selama 6-8 hari. Perkembangan dari telur hingga mencapai dewasa dapat berlangsung selama 10 hari- 2 minggu.

Lalat dewasa aktif menghisap darah pada siang hari dan menyerang hewan dalam jumlah besar, sehingga menyebabkan kegelisahan hewan yang berakibat penurunan baik berat badan maupun produksi susu. Lalat ini dapat dkatakan ektoparasit obligat karena hampir selalu berada pada inang, baik pada saat makan maupun istirahat. Penyakit- penyakit yang dapat ditularkan lalat ini antara lain surra (Trypanosoma evansa) dan Habronemiasis ( H. Microstoma) (Bowman 1999).

Masalah yang ditimbulkan:

–          Menghisap darah 40 kali sehari

–          Iritasi pada kulit

–          Penurunan produksi

–          Lesio pada kulit akibat nematoda Stephanofilaria stilesi (Haematobia irritans exigua sebagai vektor intermediet)

Pengendalian:

  1. Genetic resistance
  2. Physical control, dengan Magoon Trap
  3. Biological control, dengan memakai kumbang tahi dengan tujuan menghambat Haematobia berkembang pada feses.
  4. Chemical control
  • Synthetic pyrethroids
  • Organophosphates
  • Carbamates
  • Macrocyclic lactones

DAFTAR PUSTAKA

Bowman D D. 1999. Georgis’ Parasitology for Veterinery. 8th Ed. Saunders an Imprint of Elsevier Science.

Hadi U K dan Soviana S. 2000. Ektoparasit; Pengenalan, Diagnosa, dan Pengendaliannya. Laboratorium Entomologi.  FKH IPB.

Levine N D. 1990. Parasitologi Veteriner. Terjemahan Gatut Ashadi. Gajah Mada University Press.

Both comments and trackbacks are currently closed.