STOMOXYS


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

  • Phylum: Arthropoda
  • Class: Insecta
  • Ordo: Diptera
  • Subordo: Cyclorrapha
  • Family: Muscidae
  • Genus: Stomoxys
  • Species: Stomoxys calcitrans

Spesies yang paling umum dari Genus Stomoxys adalah Stomoxys calcitrans (dikenal juga dengan lalat kandang atau lalat rumah penggigit). Baik lalat jantan dan betina keduanya menghisap darah.

Morfologi:

Serupa dengan lalat rumah (musca domestica), tetapi lebih panjang. Pada kepala ditemukan palpus maksilarisnya yang ukurannya lebih pendek dibandingkan proboscis yang ujuangnya tajan . Toraknya juga terlihat ada 4 garis longitudinal berwarna abu-abu gelap (sama dengan Musca sp). Sayap, saat istirahat tetap melipat terpisah diatas abdomen dan V-4 tidak membentuk kurva. Lengpeng hipopleuron tidak memiliki sebaris bulu “setae”. Abdomennya lebih pendek, tetapi lebih lebar jika dibandingkan dengan Musca sp dan ditemukan adanya tiga titik berwarna gelap pada segmen ke-2 dan ke-3 dan tepinya berwarna gelap, keabu-abuan atau coklat.

Siklus hidup:

Dalam waktu 2-5 hari telur menetas menjadi larva yang akan membentuk pupa setelah 7-12 hari. Masa pupa dilalui selama 3-4 hari untuk mencapai imago (dewasa). Lalat jantan maupun betinanya menghisap darah dan merupakan penerbang yang kuat dan berumur panjang. Aktif pada siang hari dan gigitannya menyakitkan (Levine 1990).

Masalah yang ditimbulkan:

Menjadi vektor bagi Brucella abortus, B. Militensis, Bacillus antracis dan Trypanosoma evansi.

Pengendalian:

Pengendalian relatif sulit dilakukan. Sanitasi dan kebersihan kandang merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan populasi lalat. Penggunaan insektisida juga merupakan cara digunakan untuk membunuh lalat dengan cara menyemprot kandang dengan Lindane 0,03-0,05 %, Toxaphene 0,5%, Metoxychlor 0,05 %, Coumaphos 0,125 %, Dioxanthion 0,15 %, Malation 0,5 %, atau Ronnel 0,75 %. Pemberian dichlorvos dalam minyak mineral diberikan setiap hari juga mampu mengusir lalat untuk hinggap dipermukaan tubuh hewan. Selain dichlorvos bisa juga digunakan coumophos, malathion atau tetrachlorvinphos yang diberikan 2 sampai3 kali seminggu dalam sediaan tabur. Aplikasi insektisida dapat dilakukan dengan cara Dipping (populasi ternak banyak), spraying, Back Rubber, Dust bag, Pour on, lewat makanan dan menggunakan keping resin (seperti kalung). Metode pengendalian biologi dengan menggunakan parasit penyengat yang sudah dikembangkan sebagai kompetitor biologis untuk Musca domestica.

DAFTAR PUSTAKA

Bowman D D. 1999. Georgis’ Parasitology for Veterinery. 8th Ed. Saunders an Imprint of Elsevier Science.

Hadi U K dan Soviana S. 2000. Ektoparasit; Pengenalan, Diagnosa, dan Pengendaliannya. Laboratorium Entomologi. FKH IPB.

Levine N D. 1990. Parasitologi Veteriner. Terjemahan Gatut Ashadi. Gajah Mada University Press.

Both comments and trackbacks are currently closed.