Laporan Pemeriksaan Hasil Nekropsi Unggas


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Signalement

Jenis Unggas                           : Ayam

Bangsa                                        : Broiler

Jenis Kelamin                          : Betina

Umur                                          : 15 hari

Tanggal Mati                            : 1 Juli 2010

Tanggal Nekropsi                    : 1 Juli 2010

Nama Peternak                        : Bpk. Heri

Alamat Peternak                     : Bogor

Anamnese

Pertumbuhan lambat, tortikolis 3/5

PEMBAHASAN

Anamnese yang diperoleh dari peternak menyebutkan bahwa kelima ayam  mengalami perumbuhan yang lambat dan mengalami tortikolis (3 dari 5 ekor). Keadaan umum ayam terlihat lesu dan kusam. Berdasarkan  pemeriksaan dan pengamatan patologi anatomi pada lima ekor ayam broiler berumur 15 hari, ditemukan adanya lesio-lesio pada organ-organ ayam tersebut. Lesio yang tejadi pada ayam tersebut adalah peritonitis kaseosa 2/5, air sacculitis 1/5, enteritis kataralis 2/5, typlitis 1/5, pankreatitis nekrotikan 1/5, perikarditis 1/5, bursitis hemoragika 1/5 dan vasa injectio 2/5.

Diagnosa untuk ayam tersebut adalah Colibasilosis dan ND kronis. Ayam yang menderita colibasilosis ini menunjukkan gejala patologis utama yaitu pericarditis, air sacculitis dan peritonitis kaseosa. Pada tahap awal umumnya pericardium menjadi lebih keruh, kemudian fibrinous menebal hingga membentuk lapisan keju. Air sacculitis ditandai dengan warna yang tidak transparan sampai ke arah penebalan hingga penimbunan eksudat kuning/ perkejuan pada tahap sangat parah. Gejala utama ini paling sering ditemukan pada kasus di lapangan (Tabbu 2000).

Kondisi imunosupresi sering kali mengakibatkan colibasilosis. Penurunan  respon kekebalan (imunosupresi ) dapat dimaknai sebagai suatu perubahan reaksi kekebalan dalam  keadaan negatif sehingga respon tubuh ayam terhadap masuknya benda asing menjadi berkurang atau bisa menjadi pemicu serangan berbagai penyakit ke dalam tubuh. Ketika imunosupresi menyerang ayam , maka akan  menyebabkan dua  kerugian sekaligus, yaitu kerugian karena faktor/agen  imunosupresif yang disebut imunosupresan dan agen penyakit lainnya yang menjadi lebih mudah masuk ke dalam tubuh ayam. Terjadinya kolibasilosis pada ayam ini jugabisa diakibatkan infeksi sekunder akibat kondisi imunosupresi.

E. Coli penyebab kolibasilosis akan menyebabkan peradangan pada pericardium (perikarditis), kantung hawa (air sacculitis) dan peritonitis. Perikarditis merupakan  reaksi inflamasi akibat adanya infeksi secara hematogen. Pada ayam, tipe perikarditis yang sering ditemukan adalah perikarditis fibrinous. Hal ini ditandai dengan adanya permukaan perikardium yang diselaputi oleh lapisan fibrin berwarna kuning. Peritonitis yang terjadi terlihat sebagai peritonitis kaseosa. Hal ini merupakan respon dari neutrofil untuk melawan bakteri yang menginfeksi.

Menurut Quinn et al (2003), faktor predisposisi colibasillosis ialah : usia muda, status imun tubuh ayam yang lemah, sanitasi pakan dan kandang, misalnya air sumur untuk minum unggas yang terkontaminasi (contohnya sumur dangkal yang dirembesin dari sekitarnya), intensitas dan jumlah infeksi dari E. coli, tidak stabilnya normal flora dalam tubuh, saluran pencernaan yang terlalu penuh dengan makanan, stress akibat suhu dingin dan infeksi strain E. coli patogen.

Tortikolis pada ayam tersebut diduga karena infeksi ND yang belangsung kronis. Infeksi ND yang berlangsung kronis dapat terjadi karena kegagalan dari proses vaksinasi awal. Diagnosa banding untuk tortikolis ini adalah Avian Encephalomyelitis karena pada otak ditemukan vasa injectio. Menurut Alexander dan Senne (2008),  Newcastle Disease (ND)  menunjukan variasi yang besar dalam bentuk dan derajat keparahan penyakit, bersifat kompleks karena isolat dan strain virus yang berbeda dapat menimbulkan variasi yang besar dalam derajat keparahan penyakit. ND mempunyai dampak ekonomi yang penting dalam industri perunggasan karena dapat menimbulkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi, penurunan kualitas dan kuantitas, serta gangguan pertumbuhan. Infeksi virus ND yang sangat virulen akan menyebabkan timbulnya penyakit secara mendadak, disertai mortalitas yang tinggi. Sedangkan bila berlangsung kronis biasanya akan timbul gejala berupa tortikolis.

Diagnosa Kausalis: Colibasilosis, ND kronis

Diagnosa Banding: Avian Encephalomyelitis

KESIMPULAN

Hasil pemeriksaan  patologi anatomi pada ayam tersebut dapat disimpulkan bahwa ayam mengalami Colibasilosis dan ND kronis. Colibasilosis ditandai dengan terjadinya pericarditis, air sacculitis dan peritonitis kaseosa. Gejala tortikolis yang terlihat merupakan akibat infeksi ND yang berlangsung kronis.

DAFTAR PUSTAKA

Tabbu  CR. 2000. Penyakit ayam dan Penanggulangannya penyakit bakterial, Mikal dan Viral Yogyakarta : penerbit Kanisius.

Quinn  W, et al., 2003. Veterinary Microbiology and Microbial Disease. United Kingdom: Blackwell Publishing.

Alexander DJ & Senne DA. 2008. Diseases of Poultry. 20th Ed. United Kingdom: Blackwell Publishing.

Both comments and trackbacks are currently closed.