BIOSECURITY


Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Biosecurity, pembersihan yang tepat dan desinfeksi merupakan bagian integral dari sistem produksi unggas yang berhasil. Kata tersebut merujuk pada langkah-langkah yang diambil untuk mencegah atau mengendalikan masuknya atau menyebarnya agen-agen penyakit ke flok unggas. Penyakit-penyakit tersebut, baik klinis maupun subklinis, menyebabkan menurunnya produktifitas dan keuntungan peternakan unggas secara signifikan. Perhatian khusus diberikan untuk memperkecil resiko penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) seperti Avian Influenza dan pathogen yang menular melalui makanan seperti Campylobacter atau Salmonella. Pendekatan industri perunggasan seharusnya dilakukan untuk merancang, melaksanakan dan mempertahankan sistem Biosecurity yang disertai program pembersihan dan desinfeksi yang efektif untuk memastikan bahwa kesehatan, kesejahteraan dan keamanan pangan unggas komersial ditingkatkan.

Tujuan program Biosecurity dan disinfeksi adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengurangi resiko masuknya agen penyakit seperti Avian Influenza, Newcastle Disease, Gumboro, dan penyakit lainnya yang dapat mengakibatkan dampak terukur pada kesehatan dan produksi unggas.
  • Untuk mencegah penyebaran penyakit dari daerah yang tertular ke daerah atau peternakan yang tidak tertular.
  • Untuk membatasi beban patogen lingkungan sehingga unggas tidak tidak harus menghabiskan energi untuk merespon serangan patogen lingkungan.
  • Untuk mengurangi kejadian dan penyebaran organisme seperti Avian Influenza, Salmonella atau Campylobacter yang merupakan masalah kesehatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Segal Y & Almond A. 2008. Biosekuriti Pembersihan dan Desinfeksi untuk Peternakan Komersial. Food and Agriculture Organization of United Nations.

Both comments and trackbacks are currently closed.