Category Archives: Diagnostik Klinik

INTERPRETASI HASIL UJI KIMIA HATI

Alih Bahasa: Dimas Tri Nugroho

Uji kimia hati merupakan jenis uji yang sering dilakukan untuk mengetahui fungsi hati. Uji ini sangat berguna untuk membantu menegakkan diagnosis dan prognosis pada pasien yang mengalami gangguan fungsi hati.

Uji kimia hati juga dapat dilakukan untuk tujuan screening pada pasien yang tidak menunjukkan gejala klinis. Hasil uji ini dapat diinterpretasi dengan mempertimbangkan kondisi pasien, faktor risiko, gejala klinis yang muncul dan temuan-temuan pada saat melakukan pemeriksaan fisik.

Uji Kimia Serum

Uji terhadap fungsi hati melibatkan beberapa komponen kimia yang dapat merefleksikan fungsi hati. Komponen kimia serum yang umum digunakan untuk mengetahui fungsi hati adalah serum transaminase (alanine aminotransferase ALT, aspartate aminotransferase AST), serum alkaline phosphatase ALP, Gamma-glutamyl transpeptidase (GGT), bilirubin, albumin dan prothrombine time.  Serum AST dan ALT dapat menjadi indikator kerusakan yang terjadi pada hati, serum ALP dan GGT dapat menggambarkan aliran dan ekskresi empedu, sedangkan serum albumin dan prothrombin time dapat menggambarkan fungsi sintesis dari hati.

Kondisi Pasien yang Memerlukan Uji Kimia Serum

Gejala-gejala sistemik dari gangguan hati seperti anoreksia, nausea dan muntah bukan merupakan inti dari suatu diagnosis yang spesifik. Banyak dari pasien yang mengalami gangguan hati tidak menunjukkan gejala klinis. Namun demikian, anamnesis yang lengkap dari pasien akan sangat membantu dalam menetapkan diferensial diagnosis.

Beberapa Penyebab Peningkatan ALT dan AST

Peningkatan nilai ALT dan AST ≥ 1000 iu/L dapat disebabkan oleh kondisi sebagai berikut; akut viral hepatitis, konsumsi paracetamol, iskemik hepatitis, autoimun hepatitis, batu empedu dan myositis. Baca lebih lanjut

Iklan

UJi Undulasi Pada Hewan Kecil

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

 

Uji undulasi dilakukan pada bagian abdomen dari hewan kecil untuk mendeteksi adanya cairan pada peritoneum. Uji undulasi dilakukan dengan cara menepuk dinding abdomen kiri dengan tangan kiri sementara telapak tangan kanan merasakan ada tidaknya undulasi pada dinding abdomen kanan. Jika terdapat cairan di peritoneum dalam jumlah yang besar, maka akan terasa pergerakan cairan pada dinding abdomen. Sejumlah kecil cairan pada peritoneum mungkin tidak akan terdeteksi dengan uji undulasi.

 

Sumber:

Mayhew IGJ dan Houston DM. 2000. Veterinary Clinical Examination and Diagnosis. Editor: Radostits OM. WB saunders

Auskultasi Abdomen

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Auskultasi pada bagian abdomen penting dilakukan pada hewan kecil saat pemeriksaan fisik. Auskultasi  pada bagian abdomen berguna untuk mengetahui kondisi sistem pencernaan, terutama dalam mengevaluasi motilitas sistem pencernaan. Suara yang dihasilkan oleh sistem pencernaan di bagian abdomen merupakan suara yang berasal dari pergerakan cairan dan udara. Meningkatnya pergerakan udara menjadi indikasi meningkatnya amplitudo dari lambung, sedangkan meningkatnya pergerakan cairan mengindikasikan meningkatnya amplitude dari usus. Teknik auskultasi pada bagian abdomen ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan stetoskop yang ditempelkan di bagian abdomen. Suara yang dihasilkan pada bagian abdomen setiap hewan bervarisi tergantung dari fase siklus pencernaan. Suara pada usus akan berkurang atau menurun bahkan bisa juga tidak terdengar pada saat hewan dalam kondisi:

  1. Penurunan pergerakan usus
  2. Hipomotilitas yang disebabkan oleh distensi usus kronis atau enteritis kronis
  3. Peritonitis

Meningkatnya suara yang berasal dari usus menandakan meningkatnya frekuensi motilitas dari usus tersebut. Suara borborygmi  akan terdengar pada hewan yang mengalami kasus obstruksi usus, adanya akumulasi cairan dalam usus dan disertai hipersegmentasi  pada kasus enteritis akut. Auskultasi biasanya disertai dengan perkusi dan palpasi agar didapat hasil diagnosis yang lebih lengkap.

Sumber:

Mayhew IGJ dan Houston DM. 2000. Veterinary Clinical Examination and Diagnosis. Editor: Radostits OM. WB saunders

Tabel Diferensial Diagnosis Penyakit Ikan