Category Archives: Unggas

Inseminasi Buatan pada Ayam

Inseminasi Buatan pada ayam adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukkan sperma ayam jantan yang telah diencerkan dengan NaCl Fisiologis ke dalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi.

Penerapan teknik IB pada Intensifikasi ayam buras (INTAB) yang dipelihara dalam kandang batere dengan tujuan antara lain:

  1. Meningkatkan kemampuan reproduksi ayam betina untuk menghasilkan telur tetas.
  2. Meningkatkan produksi DOC yang seragam dalam waktu relatif singkat.

 

Keuntungan Inseminasi Buatan

Keuntungan lnseminasi Buatan dibandingkan perkawinan secara alami dalam pengadaan DOC adalah:

  1. Penggunaan pejantan relatif lebih sedikit (efisien).
  2. Memungkinkan dilakukannya seleksi dan persilangan antar induk yang memiliki mutu genetik unggul, sehingga dapat dihasilkan DOC unggul untuk tujuan tertentu (telur, daging atau keduanya).
  3. Memungkinkan dilakukannya persilangan bagi ayam jantan unggul yang sulit melakukan perkawinan secara alami.
  4. Dapat menghasilkan DOC dalam jumlah banyak, seragam dan dengan waktu relatif singkat.
  5. Memungkinkan dilakukannya persilangan dengan ayam jenis lain.

Dapatkan penjelasan lebih lengkap dengan mengunduhnya disini

Iklan

Gizzard Erosion pada Ayam

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Perkembangan terbaru menyebutkan bahwa istilah gizzard erosion sekarang tidak menyendiri tetapi bergabung dengan istilah lain menjadi Haemorrhagic Proliferative Proventiculitis And Gizzard Erosion (HPPGE) (Dhawale 2011). HPGE umumnya menyerang ayam umur 2 – 10 minggu. Mortality rate nya berkisar antara 1 – 10%. Para ahli bersepakat bahwa penyebab dari HPPGE ini tidak tunggal tetapi terdiri dari berbagai macam penyebab, setidaknya ada tiga hal penting yang perlu dipahami mengenai HPPGE:

  1. HPPGE merupakan penyakit yang melibatkan lebih dari satu penyebab
  2. Traktus digestivus dan sistem endokrin merupakan target utama
  3. Tingkat keparahan lesio dipengaruhi oleh nutrisi, sistem pemeliharaan dan faktor higiene

Respon untuk mengobati HPPGE masih berdasarkan gejala klinis yang tampak dengan tujuan untuk mengurangi angka kematian. Berdasarkan pada pustaka ilmiah kondisi HPPGE mempunyai kesamaan dengan malabsorption syndrome, infectious proventriculitis, infectious runting syndrome, pale bird syndrome dan stunting syndrome. Baca lebih lanjut

Prinsip Biosecurity

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Biosecurity mempunyai tiga prinsip yaitu isolasi, pengendalian lalu lintas dan sanitasi (Segal 2008).  Isolasi atau pemisahan merupakan tindakan untuk menciptakan lingkungan dimana unggas terlindungi dari pembawa penyakit (carrier) seperti manusia, unggas tertular, udara, air, vomites, dan hewan-hewan lain. Tindakan isolasi meliputi; menjaga jarak minimum antara peternakan unggas sekitar 400-1000 meter, pengandangan unggas di dalam lingkungan yang terkendali, pembuatan kasa pemisah untuk menjaga agar ayam tetap di dalam kandang dan hewan yang lain tetap di luar (unggas liar, anjing, kucing, rubah, tikus dll), pembuatan pagar di sekeliling peternakan untuk mengendalikan lalu lintas manusia dan hewan lain, pembuatan tanda-tanda peringatan, memisahkan unggas berdasarkan spesies karena unggas air berperan sebagai carrier virus flu burung, dan penerapan sistem manajemen all in all out. Sistem ini memungkinkan depopulasi serempak di fasilitas antara setiap flok dan pembersihan semua kandang dan peralatan secara teratur untuk mengurangi tekanan penularan serta untuk memutuskan lingkaran penyakit. Baca lebih lanjut

Empat Sektor Peternakan Unggas

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

FAO (2005) membagi industri peternakan unggas menjadi empat sektor, yaitu:

  1. Sektor 1, adalah perunggasan terintegrasi yang menerapkan biosekuriti secara ketat (high level biosecurity).
  2. Sektor 2, adalah peternakan komersial yang melakukan pemeliharaan dalam ruangan tertutup dan menerapkan biosekuriti secara moderat.
  3. Sektor 3, adalah peternakan rakyat (small farmers), melaksanakan biosekuriti secara terbatas karena masalah biaya sedangkan perkandangan terbuka, sehingga terjadi hubungan dengan unggas liar.
  4. Sektor 4, yakni peternak tradisional (back yard). Pemeliharaan ternak tanpa menggunakan kandang dan biosekuriti tidak ada sama sekali.

Sumber: FAO. 2005. Lembaran FAO. Bangkok

BIOSECURITY

Ditulis Oleh: Dimas Tri Nugroho

Biosecurity, pembersihan yang tepat dan desinfeksi merupakan bagian integral dari sistem produksi unggas yang berhasil. Kata tersebut merujuk pada langkah-langkah yang diambil untuk mencegah atau mengendalikan masuknya atau menyebarnya agen-agen penyakit ke flok unggas. Penyakit-penyakit tersebut, baik klinis maupun subklinis, menyebabkan menurunnya produktifitas dan keuntungan peternakan unggas secara signifikan. Perhatian khusus diberikan untuk memperkecil resiko penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) seperti Avian Influenza dan pathogen yang menular melalui makanan seperti Campylobacter atau Salmonella. Pendekatan industri perunggasan seharusnya dilakukan untuk merancang, melaksanakan dan mempertahankan sistem Biosecurity yang disertai program pembersihan dan desinfeksi yang efektif untuk memastikan bahwa kesehatan, kesejahteraan dan keamanan pangan unggas komersial ditingkatkan. Baca lebih lanjut